Kamis, 21 Juni 2012

Harapan, 'Asha' dan Cita-cita

Harapan (Hope) mereupakan sesuatu yang menjadi tujuan seseoran dimasa depan. Setiap orang pasti memiliki harapan tentang hidupnya, tentang keluarganya, tentang bangsanya. Itulah yang melandasi orang-orang bekerja, beraktifitas, yaitu untuk mewujudkan harapan yang diinginkannya. Manusia tanpa harapan sama dengan manusia itu sudah mati dalam hidupnya.

Harapan bisa juga disamakan dengan cita-cita, hanya saja memiliki arti yang lebih luas. Cita-cita adalah keinginan tentang apa yang di inginkan oleh diri sendiri, sedangkan harapan, bisa berarti lebih luas, harapan untuk keluarga, orang lain, tidak hanya untuk diri sendiri.

Biasanya kita berdo’a kepada Tuhan untuk meminta harapan kita, kemudian kita akan berusaha untuk mewujudkan harapan itu dengan usaha yang keras dan sungguh-sungguh. Tanpa itu, harapan hanya bersifat omong kosong.

Saya disini juga ingin menulis beberapa harapan dan cita-cita saya, semoga teman-teman yang baca ikut mendo’akan supaya saya bisa mewujudkan harapan dan cita-cita saya.
1. Harapan yang pertama, ingin segera lulus kuliah dan mendapat gelar sarjana di tahun ini
2. Tahun depan bisa segera menikah dan punya tempat tinggal sendiri
3. Dalam waktu 5 tahun kedepan harus sudah punya usaha sendiri, apapun itu :D
4. Ingin punya mobil sebelum umur 30 tahun dan bisa melanjutkan kuliah S2
5. Melihat dan membantu orang tua saya agar bisa naik haji
6. Sebagai fans Liverpool FC, saya ingin jalan-jalan ke Liverpool dan stadion Anfield.
7. Ingin menunaikan ibadah haji sebelum umur 40tahun
8. Ingin bangsa Indonesia maju dan bebas korupsi :D
9. Dan masih banyak lagi harapan lain-nya

Semoga saya dan teman-teman yang membaca tulisan ini bisa mewujudkan harapan dan impiannya masing-masing, Amiiinnn….

Resah dan Gelisah

Kehidupan sekarang ini berjalan semakin cepat, dengan di dukung tekhnologi yang semakin maju, gerak manusia di tuntut serba cepat. Terlebih kehidupan di kota besar seperti Jakarta. Semua pekerjaan dituntut selesai dengan cepat dan tepat, hal ini biasanya sudah menimbulkan tekanan pada otak dan tubuh kita yang bisa mengakibatkan stress.Belum lagi di tambah masalah kemacetan kota yang semakin parah.

Stress biasanya akan mengakibatkan kegelisahan dan kesusahan pada orang yang mengalaminya. Jika kita gelisah, maka kita akan merasa susah dan sedih, begitu pun sebaliknya. Kadangkala kita berupaya untuk menghindari mereka, lari dari kenyataan, tetapi tetap saja mereka akan senantiasa hadir dalam diri kita. Kegelisahan ini bukan untuk dihindari, tetapi bukan berarti kita membiarkan mereka mengalahkan kita. Kita harus mengatasi mereka dengan usaha kita sendiri, dengan kemantapan hati dan kesabaran.

Kegelisahan timbul dalam diri kita sebenarnya karena buah dari rasa ketakutan kita terhadap sesuatu yang berlebihan. Kita ingin mencapai sesuatu, tetapi di hinggapi rasa takut gagal, atau takut tidak sesuai harapan, ini juga bisa menyebabkan kegelisahan. Semuanya berawal dari pikiran kita sendiri. Kita bisa melawan rasa gelisah ini dengan lebih memantapkan hati, lebih terencana dalam segala sesuatu dan focus pada pekerjaan atau masalah yang sedang kita hadapi.

Tanggung Jawab

Tanggung jawab menurut kamus bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatu atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab sehrusnya menjadi buah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja atau tidak tidak disengaja, dengan kata lain berbuat sebagai perwujudan akan kewajibannya.

Setiap orang memiliki tanggung jawab masing-masing sesuai pekerjaan dan statusnya. Suami bertanggung jawab atas keluarganya, istri terhadap anak dan suaminya, pegawai kantor bertanggung jawab pada pekerjaannya, pejabat terhadap jabatan dan yang memilihnya.

Sekarang ini makin banyak orang yang kurang memiliki kesadaran akan tanggung jawabnya. Bisa dilihat dari makin banyak kasus pemerkosaan anak oleh orang tua atau saudaranya sendiri. Ibu yang tega membuang anaknya sendiri. Semua itu merupakan buah dari hilangnya kesadaran atas apa yang sudah diperbuat sebelumnya. Makin hilangnya hati nurani seseorang, makin berkurang juga kesadarannya akan tanggung jawab yang harus di embank.

Tanggung jawab merupakan salah satu sifat kodrati manusia. Sesuatu yang bersifat bawaan dari lahir, dan sudah menjadi bagian alami manusia dalam hidupnya. Tanggung jawab tidak dapat dipaksakan. Apabila seseorang tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya, orang lain tidak dapat memaksakan orang tersebut untuk bertanggung jawab, mungkin hanya bisa menggantikan menanggung tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab dapat dilihat dari 2 sisi, dari pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain yang terkena efeknya. Misal seorang pegawai di kantor tidak mau bertanggung jawab atas kesalahan pekerjaannya di kantor, pasti kesalahan itu akan membebani atau menjadi tanggung jawab atasannya atau orang lain. Dari sini bisa dilihat si pembuat masalah seharusnya sadar dan bertanggung jawab atas kesalahannya. Dengan demikian dialah yang harus memulihkan kesalahan tersebut agar menjadi normal kembali.

Manusia dan Pandangan Hidup



Setiap orang pasti memiliki cara pandang yang berbeda pada setiap masalah yang di hadapinya. Itu bergantung dari pandangan hidup yang masing-masing orang anut. Kita sebagai orang muslim jelas menjadikan Al-Qur’an sebagai pandangan dan pedoman hidup kita. Dan sebagai warga Negara Indonesia juga harus memegang teguh Pancasila dan UUD ’45 sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.

Di luar itu, kita bebas menentukan pandangan hidup masing-masing. Contoh paling baru, saat timbul pro dan kontra konser Lady Gaga di Jakarta. Banyak yang menentang karena gaya nyanyi penyanyi Amerika ini sangat bertentangan dengan Islam, tapi banyak juga yang mendukung dan menjadi fans dari Lady Gaga. Sampai-sampai demo dukungan dan penolakan mereka menyebabkan kericuhan di beberapa tempat.

Menurut saya pandangan hidup itu bersifat kodrati, semua orang berhak menentukan pandangan hidup dan kita tidak dapat memaksakan pandangan hidup kita terhadap orang lain. Jadi menurut saya sah-sah saja kalau ada yang mendukung atau menolak Lady Gaga. Tapi yang harus di sesalkan kenapa harus sampe terjadi kericuhan sesama warga Negara sendiri.

Hidup adalah Perjuangan

Hidup adalah Perjuangan. Itulah cara pandang saya pada kehidupan. Hidup itu penuh dengan perjuangan, perjuangan mendapatkan uang, mendapatkan kebahagiaan dan berjuang untuk mendapat Ridha Allah SWT. Yang namanya hidup kadang di atas kadang di bawah. Suatu ketika kita bisa hidup dalam kebahagiaan, kesenangan yang harus di syukuri, tetapi dilain waktu kita hidup dalam penderitaan yang harus di hadapi.

Kebahagiaan dan penderitaan merupakan sifat yang bertolak belakang. Kita berjuang dalam hidup untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat, tetapi kadang perjuangan kita tidak maksimal dan akhirnya hanya mendapatkan penderitaan. Tapi, menurut saya, penderitaan bisa membuat kita lebih tegar dalam menjalani hidup. Beberapa kali tersesat dalam menghadapi penderitaan dan masalah, membuat saya mengerti bahwa menderita mengandung banyak hikmah. Berusaha sekuat tenaga adalah perjuangan manusia untuk melawan penderitaan. Mungkin karena sering menghadapi masalah, saya terbiasa untuk tidak cengeng dalam melihat masalah. Dan berusaha lebih tegar menghadapi suatu masalah.

Dengan mengalami dan memahami penderitaan kita akan lebih mensyukuri apa yang sudah kita dapatkan. Lihat saja diluar sana, masih banyak orang yang menderita lebih dari kita. Kita masih punya fisik dan badan yang sehat, masih bisa buka internet dan membaca artikel ini, bisa makan 3x sehari, punya tempat tinggal. Bandingkan dengan pengemis di jalanan, pemulung, dan masih banyak lainnya. Jadi, sepatutnya kita bersyukur diberi banyak kenikmatan oleh Allah SWT. Sering, kita harus melihat ke bawah untuk tahu betapa beruntungnya kita.

Keadilan

Keadilan tampaknya masih menjadi ‘barang langka’ yang harus diperjuangkan di negeri ini. Masih banyak rakyat yang harus berjuang sendiri untuk meraih keadilan bagi dirinya maupun keluarganya. Contoh terbaru korban Lumpur lapindo yang menuntut keadilan atas harta bendanya yang hancur terkena bencana Lumpur lapindo dengan cara melakukan aksi jalan kaki dari tempat tinggalnya di Sidoarjo ke Jakarta.

Keadilan itu sendiri bisa diartikan sebagai kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Tapi, kata ideal sendiri masih bersifat luas, ideal menurut kita bisa jadi tidak untuk orang lain. Sederhananya contoh kasus seumpama kita punya uang Rp. 100.000, mau di bagi ke 2 saudara kita secara adil, yang satu anak SD yang satu anak kuliahan. Bagaimana cara membaginya secara adil?

Gampangnya kita bagi 2 nominal uang tersebut, satu orang mendapat jatah Rp. 50.000, mungkin ini bisa di katakana adil, tapi mungkin juga tidak adil kalau kita melihat kebutuhan dari masing-masing individu, jelas anak kuliahan / mahasiswa memiliki kebutuhan yang lebih banyak dari anak SD. Contoh lain mungkin analogi gaji seseorang di kantor berbeda-beda karena tanggung jawab dan beban kerja yang di punyai masing-masing karyawan beda, sesuai fungsi dan tugasnya.

Keadilan sangat berkaitan dengan hokum. Indonesia merupakan Negara hukum, hanya saja, jika di lihat dari banyak kasus yang terjadi saat ini hukum dan keadilan di Indonesia bersifat tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Contohnya banyak kita saksikan kasus-kasus korupsi berat yang menjerat para penguasa. Hukum kita seolah tumpul menghadapi mereka, hukum dan keadilan dibuat berbelit-belit sehingga akan memakan waktu lama dalam proses penyelesaiaannya dan akhirnya dilupakan orang. Tetapi kalau terjadi pada orang bawah, rakyat biasa, hukum bisa sangat tajam dan menyayat-nyayat sisi keadilan.

Harusnya hukum dan keadilan berlaku di semua lapisan masyarakat, tanpa memandang bulu, tanpa melihat status dan jabatan, seperti yang tertulis pada dasar Negara kita Pancasila sila ke-5 yang berbunyi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”

Makna Keindahan

Keindahan merupakan sesuatu yang bisa dilihat, dirasa dan memberi efek senang, terbuai, nyaman, memiliki makna, dan memberi kepuasan kepada yang melihat dan merasakannya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok.

Keindahan pada manusia biasanya berupa panggilan cantik untuk wanita dan tampan untuk si pria. Hanya saja keindahan tidak bersifat mutlak, setiap orang menilai keindahan dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Seorang wanita bisa di lihat cantik oleh seorang laki-laki, tetapi belum tentu sama bila di lihat oleh laki-laki lain. Itu kembali kepada selera rasa dari masing-masing orang / sudut pandang.

Contoh lain, sebuah lukisan dikatakan bagus oleh seorang pekerja seni / pelukis, tapi oleh orang lain di anggap biasa saja. Hal ini di sebabkan oleh sudut pandang dan selera masing-masing manusia berbeda, tidak sama. Standar kecantikan/ketampanan/keindahan selalu berkembang, berdasarkan apa yang dianggap suatu budaya tertentu sebagai sesuatu yang berharga.

C. I. N. T. A.

Berkata Satu Cinta
Berkata Satu C.I.N.T.A

Itulah sepenggal lirik lagu yang sempat populer di masyarakat belakangan ini. C.I.N.T.A. Kata yang penuh makna, penuh arti. Kita manusia biasanya rela melakukan apa saja untuk sesuatu yang di cintai dan dikasihi. Cinta kasih sendiri memiliki arti sebagai ungkapan perasaan suka \ sayang kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Dengan demikian dua kata cinta dan kasih memiliki arti tersendiri. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih bersumber dari cinta yang mendalam. Cinta sendiri memberi arti memiliki peranan penting dalam suatu kehidupan. Cinta merupakan landasan awal dalam kehidupan pernikahan, tanpa cinta suatu pernikahan tidak akan terjalin dengan harmonis. Cinta juga bisa diartikan dalam arti lain yaitu pengikat yang kokoh antara manusia dan tuhannya sehingga manusia menyembah tuhan dengan ikhlas, dan mematuhi perintahnya.

Manusia dalam kehidupannya selalu memiliki rasa cinta, cinta terhadap lawan jenis, cinta terhadap Tuhan dan cinta apa saja kepada hal yang biasanya disukai. Tetapi cinta saja tidak cukup, cinta biasaanya harus di barengi dengan kasih, cinta tanpa kasih akhirnya hanya akan menimbulkan cinta sesaat.

Cinta kasih biasanya juga dibarengi dengan rasa ingin memiliki sesuatu yang di cintai dan dikasihi. Cinta tersirat dalam hati, tetapi kasih tersurat dalam perbuatan seseorang yang mengasihi seseorang, biasanya di tunjukan dengan rasa ingin memiliki dan melindungi apa yang kita kasihi. Oleh karena itulah kita manusia akan rela melakukan apa saja untuk sesuatu yang di cintai dan dikasihi. Contohnya kisah legendaries Romeo dan Juliet.

Konsep Ilmu Budaya

Ilmu Budaya Dasar diberikan supaya manusia yang mempelajarinya akan lebih manusiawi, lebih halus, lebih berbudaya dan lebih sopan dan santun dalam bertindak. Jadi inti dari IBD menurut pemahaman saya yaitu mempelajari tentang manusia dan budaya.

Sedangkan sastra merupakan bagian dari seni yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Karena seni merupakan ungkapan ekspresi dari nilai-nilai kemanusiaan, seni lebih mudah berkomunikasi, lebih fleksibel baik isi ataupun cara penyampaiannya.

Sastra yang merupakan bagian dari seni mempunyai peranan yang lebih penting, karena sastra menggunakan bahasa dan bahsa bisa menampung semua pernyataan manusia sebagai makhluk social. Sastra juga lebih memudahkan dalam berkomunikasi.

IBD diberikan dalam satu semester perkuliahan bertujuan sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikal terhadap nilai-nilai seni budaya.

Kebudayaan

Manusia merupakan makhluk social. Yang artinya hidup membutuhkan pertolongan orang lain. Manusia secara garis besar terdiri dari 2 unsur, yaitu unsure jasmani dan rohani. Unsur jasmani meliputi semua kebutuhan fisik manusia seperti makan, minum, dan lain-lain. Jika salah satu kebutuhan fisik ini tidak dipenuhi, akan menimbulkan kerusakan pada fisik manusia tersebut, missal tidak makan beberapa hari akan mengakibatkan fisik kita lemah, kekurangan energi. Sedangkan unsur rohani yaitu kebutuhan manusia yang berhubungan dengan rohani, hati dan perasaan, unsur rohani ini diantaranya agama, rasa aman, tenang, damai, keyakinan, dan masih banyak yang lainnya.

Manusia adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan dan di tunjuk sebagai Khalifah / Pemimpin di muka bumi oleh Allah SWT. Kelebihan manusia dari makhluk lainnya yaitu kita diberikan akal dan pikiran untuk berpikir dan bertindak sesuai akal pikiran kita, sedangkan makhluk lain tidak. Itulah keistimewaan kita di bandingkan makhluk ciptaan Allah lainnya.

Seperti sudah di singgung sebelumnya, manusia merupakan makhluk social, tidak bisa berdiri sendiri, membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup. Hal ini benar-benar diterapkan dalam kehidupan di negara-negara timur dunia, khususnya Indonesia. Dimana kebersamaan yang kuat menjadi salah satu landasan hidup warga Negara Indonesia. Kebersamaan itu bisa kita lihat dari sejarah bangsa Indonesia dalam menghadapi penjajahan, kita bersatu untuk merdeka dan melawan segala bentuk penjajahan. Tapi dewasa ini kebersamaan yang pada zaman dulu terjalin dengan kuat mulai tercerai-berai, sekarang banyak yang lebih mementingkan kepentingan sendiri dan golongannya dari pada kepentingan bersama.

Biasanya setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda-beda dan memiliki ciri khas masing-masing dalam perilakunya. Perilaku yang khas dari sekelompok manusia yang berlangsung dari masa ke masa biasanya di sebut budaya. Kebudayaan terbentuk dari cara hidup atau perilaku sekelompok manusia yang diwariskan dari generasi ke generasi. Contohnya budaya gotong royong di masyarakat yang masih dianut sampai sekarang terutama di daerah pedesaan.

ISD dan IPS

Ilmu Pengetahuan di bagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu :
- Ilmu Pengetahuan Alam
- Ilmu Pengetahuan Sosial
- Ilmu Pengetahuan Budaya

Dalam tulisan ini saya akan mencoba menjelaskan mengenai Ilmu Pengetahuan Sosial. Ilmu Pengetahuan Sosial (Sosial Science) lebih menekankan pada pengelompokan disiplin akademis yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Sifat dari IPS ini lebih kepada penyederhaan dan pengelompokan dari ilmu social yang lebih spesifik, di Indonesia IPS ini dijadikan sebagai mata pelajaran dari mulai tingkat abawah (SD) sampai tingkat atas (SLTP/SMA). Bahkan untuk yang ingin mempelajari secara lebih detail dan spesifik, cabang dari ilmu social ini dijadikan sebagai jurusan atau fakultas di perguruan tinggi. Cabang-cabang dari IPS yang bias di pelajari secara khusus diantaranya :
1. Geografi
2. Sejarah
3. Ekonomi
4. Antropologi
5. Politik
6. Psikologi
7. Hukum
8. Sosologi


Sedangkan Ilmu social dasar merupakan salah satu cabang ilmu yang mempelajari dan menelaah masalah-masalah social yang terjadi dalam kehidupan social masyarakat. Tujuan diajarkannya ilmu social ini diharapkan kita mampu memahami dan menyadari kenyataan-kenyataan sosial dan masalah – masalah sosial yang ada, sehingga cepat tanggap dalam menghadapi masalah-masalah social yang timbul dalam dan nantinya diharapkan ikut dalam pemecahan masalahnya.

Ilmu Pengertahuan social dan Ilmu social dasar memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya diantaranya yaitu sama-sama merupakan cabang ilmu yang mempelajari kehidupan social masyarakat. Sedangkan perbedaannya ISD mengajarkan pembentukan dan sikap seseorang dalam menghadapi masalah social yang sering di hadapi, sedangkan IPS di berikan untuk meningkatkan keterampilan khusus di bidang cabang ilmu social yang di pelajari.

Kamis, 14 April 2011

Kebijakan Moneter di Indonesia

Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.

Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.

Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar
1. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy)

Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :
1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
1. Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum kadang-kadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
1. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
1. Himbauan Moral (Moral Persuasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia.

Hal yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah antara lain adalah kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin pada inflasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, sejak tahun 2005 Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter (Inflation Targeting Framework) dengan menganut sistem nilai tukar yang mengambang (free floating). Peran kestabilan nilai tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan. Oleh karenanya, Bank Indonesia juga menjalankan kebijakan nilai tukar untuk mengurangi volatilitas nilai tukar yang berlebihan, bukan untuk mengarahkan nilai tukar pada level tertentu.

Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter (seperti uang beredar atau suku bunga) dengan tujuan utama menjaga sasaran laju inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah. Secara operasional, pengendalian sasaran-sasaran moneter tersebut menggunakan instrumen-instrumen, antara lain operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing, penetapan tingkat diskonto, penetapan cadangan wajib minimum, dan pengaturan kredit atau pembiayaan. Bank Indonesia juga dapat melakukan cara-cara pengendalian moneter berdasarkan Prinsip Syariah.

Sumber : http://wikipedia.org

Penciptaan Uang di Indonesia

Penciptaan uang adalah proses memproduksi atau menghasilkan uang baru. Terdapat tiga cara untuk menciptakan uang; pertama dengan cara mencetak mata uang kertas atau uang logam, kedua melalui pengadaan utang dan pinjaman, serta ketiga melalui beragam kebijakan pemerintah, misalnya seperti pelonggaran kuantitatif. Berbagai praktik dan regulasi untuk mengatur produksi, pengeluaran, dan penarikanan uang, adalah perhatian utama dalam ilmu ekonomi moneter (misalnya tentang persediaan uang, mazhab monetarisme), dan memengaruhi berjalannya pasar keuangan dan daya beli uang.

Di Indonesia terdapat satu Bank sentral (Bank Indonesia) yang bertanggung-jawab untuk melakukan pencetakan uang, mengukur jumlah uang beredar, yang menunjukkan banyaknya uang yang ada pada suatu waktu tertentu. Jumlah uang baru yang tidak diketahui penciptaannya dapat ditunjukkan dengan cara membandingkan pengukuran-pengukuran tersebut pada waktu-waktu yang berbeda. Semuanya di kontrol oleh Ban Central.

Perusakan atas mata uang dapat terjadi apabila uang logam dileburkan untuk mendapatkan kembali kandungan logam mulianya. Tindakan ini memperoleh insentif bila ternyata nilai logam yang didapat melebihi nilai nominal uang logam, atau ketika pencetaknya menarik kembali jaminan atas keamanannya.

Sumber : http://wikipedia.org

Bank

Bank Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana,menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya.Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupaka kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung[3]. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito.

Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat. Kegiatan menghimpun dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat. Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut. bank didirikan oleh Prof. Dr. Ali Afifuddin, SE Menurut saya, bank merupakan sarana yang memudahkan aktivitas masyarakat untuk menyimpan uang, dalam hal perniagaan, maupun untuk investasi masa depan. Dunia perbankan merupakan salah satu institusi yang sangat berperan dalam bidang perekonomian suatu negara (khususnya dibidang pembiayaan perekonomian).

Inilah beberapa manfaat perbankan dalam kehidupan:
1. Sebagai model investasi, yang berarti, transaksi derivatif dapat dijadikan sebagai salah satu model berinvestasi. Walaupun pada umumnya merupakan jenis investasi jangka pendek (yield enhancement).
2. Sebagai cara lindung nilai, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai salah satu cara untuk menghilangkan risiko dengan jalan lindung nilai (hedging), atau disebut juga sebagai risk management.
3. Informasi harga, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai sarana mencari atau memberikan informasi tentang harga barang komoditi tertentu dikemudian hari (price discovery).
4. Fungsi spekulatif, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan kesempatan spekulasi (untung-untungan) terhadap perubahan nilai pasar dari transaksi derivatif itu sendiri.
5. Fungsi manajemen produksi berjalan dengan baik dan efisien, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan gambaran kepada manajemen produksi sebuah produsen dalam menilai suatu permintaan dan kebutuhan pasar di masa mendatang.

Terlepas dari funsi-fungsi perbankan (bank) yang utama atau turunannya, maka yang perlu diperhatikan untuk dunia perbankan, ialah tujuan secara filosofis dari eksistensi bank di Indonesia. Hal ini sangat jelas tercermin dalam Pasal empat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 yang menjelaskan, ”Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak”. Meninjau lebih dalam terhadap kegiatan usaha bank, maka bank (perbankan) Indonesia dalam melakukan usahanya harus didasarkan atas asas demokrasi ekonomi yang menggunakan prinsip kehati-hatian.4 Hal ini, jelas tergambar, karena secara filosofis bank memiliki fungsi makro dan mikro terhadap proses pembangunan bangsa.

Sumber : http://wikipedia.org

Uang, Uang dan Uang

Uang adalah alat pembayaran untuk menukar barang. Ada beberapa jenis uang di Indonesia, diantaranya :

1.Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari.
Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan kertas. Hak tunggal untuk mengeluarkan uang yang dimiliki Bank Indonesia tersebut disebut hak oktroi.
Jenis Uang Kartal Menurut Lembaga Yang Mengeluarkannya
Menurut Undang-Undang Pokok Bank Indonesia No. 11/1953, terdapat dua jenis uang kartal, yaitu uang negara dan uang bank.
Uang negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat dari kertas yang memiliki ciri-ciri :
• Dikeluarkan oleh pemerintah
• Dijamin oleh undang undang
• Bertuliskan nama negara yang mengeluarkannya
• Ditanda tangani oleh mentri keuangan
Namun, sejak berlakunya Undang-undang No. 13/1968, uang negara dihentikan peredarannya dan diganti dengan Uang Bank.
Uang Bank adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank Sentral berupa uang logam dan uang kertas, Ciri-cirinya sebagai berikut.
• Dikeluarkan oleh Bank Sentral
• Dijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di bank sentral
• Bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan (di Indonesia : Bank Indonesia)
• Ditandatangani oleh gubernur bank sentral.

Jenis Uang Kartal Menurut Bahan Pembuatnya
a. Uang logam
Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak karena emas dan perak memenuhi syarat-syarat uang yang efesien. Karena harga emas dan perak yang cenderung tinggi dan stabil, emas dan perak mudah dikenali dan diterima orang. Di samping itu, emas dan perak tidak mudah musnah. Emas dan perak juga mudah dibagi-bagi menjadi unit yang lebih kecil. Di zaman sekarang, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal itu merupakan pernyataan bahwa sejumlah emas dengan berat tertentu terkandung di dalamnya.
Uang logam memiliki tiga macam nilai.
Nilai Intrinsik yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang. Menurut sejarah, uang emas dan perak pernah dipakai sebagai uang. Ada beberapa alasan mengapa emas dan perak dijadikan sebagai bahan uang antara lain :
• Tahan lama dan tidak mudah rusak (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
Nilai Tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).

b. Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).
Uang kertas mempunyai nilai karena nominalnya. Oleh karena itu, uang kertas hanya memiliki dua macam nilai, yaitu nilai nominal dan nilai tukar. Ada 2(dua) macam uang kertas :
• Uang Kertas Negara (sudah tidak diedarkan lagi), yaitu uang kertas yang dikeluarkan oleh pemerintah dan alat pembayaran yang sah dengan jumlah yang terbatas dan ditandatangani mentri keuangan.
• Uang Kertas Bank, yaitu uang yang dikeluarkan oleh bank sentral,
Beberapa keuntungan penggunaan alat tukar (uang) dari kertas di antaranya :
• Penghematan terhadap pemakaian logam mulia
• Ongkos pembuatan relatif murah dibandingkan dengan ongkos pembuatan uang logam.
• Peredaran uang kertas bersifat elastis (karena mudah dicetak dan diperbanyak) sehingga mudah diseusaikan dengan kebutuhan akan uang
• Mempermudah pengiriman dalam jumlah besar

2. Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain Bank Indonesia. Menurut UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992, definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Bentuk uang giral dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer.
Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Artinya, masyarakat boleh menolak dibayar dengan uang giral.
Terjadinya uang giral
Uang giral dapat terjadi dengan cara berikut.
• Penyetoran uang tunai kepada bank dan dicatat dalam rekening koran atas nama penyetor, penyetor menerima buku cek dan buku biro gilyet. Uang tersebut sewaktu-waktu dapat diambil atau penyetor menerima pembayaran utang dari debitur melalui bank. Penerimaan piutang itu oleh bank dibukukan dalam rekening koran orang yang bersangkutan. Cara di atas disebut primary deposit.
• Karena transaksi surat berharga. Uang giral dapat diciptakan dengan cara menjual surat berharga ke bank, lalu bank membukukan hasil penjualan surat berharga tersebut sebagai deposit dari yang menjual. Cara ini disebut derivative deposit
• Mendapat kredit dari bank yang dicatat dalam rekening koran dan dapat diambil sewaktu-waktu. Cara ini disebut dengan loan deposit.
Keuntungan menggunakan uang giral
Keuntungan menggunakan uang giral sebagai berikut.
• Memudahkan pembayaran karena tidak perlu menghitung uang
• Alat pembayaran yang dapat diterima untuk jumlah yang tidak terbatas, nilainya sesuai dengan yang dibutuhkan (yang ditulis oleh pemilik cek/bilyet giro)
• Lebih aman karena risiko uang hilang lebih kecil dan bila hilang bisa segera dilapokan ke bank yang mengeluarkan cek/bilyet giro dengan cara pemblokiran.

3. Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestik.

Sumber : http://wikipedia.org

Analisis Pendapatan Nasional untuk Perekonomian tertutup Sederhana dan pertumbuhan Ekonomi

Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor adalah Produk Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah subsidi . Jumlah inilah yang diterima faktor produksi yang dimiliki penduduk suatu negara . Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor merupakan penjumlahan dari lima hal , yaitu
a. Upah atau gaji yang diterima buruh atau karyawan
b. Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis individu (bukan perusahaan)
c. Keuntungan perusahaan
d. Pendapatan bunga selisih dari perusahaan
e. Pendapatan sewa

Ekonomi sederhana atau ekonomi tertutup bisa di artikan dengan ekonomi yang tidak mengenal ekspor dan impor. Dengan asumsi tidak adanya ekspor dan impor dan tidak ada pemerintah maka komponen permintaan agregat (aggregate demand) atau output sama dengan konsumsi (dengan notasi C) ditambah dengan investasi (dengan notasi I).
Y = C + I (1)

Seperti telah disebut diatas output, Y sama dengan income. Persamaan (1) diatas artinya bahwa output yang diproduksi oleh ekonomi sama dengan aggregate demand dimana aggregate demand ini terdiri dari konsumsi dan investasi. Output ini juga sama dengan income yang diterima oleh seorang pelaku ekonomi (misalnya pengusaha) dan digunakan sebagian untuk konsumsi dan sisanya akan digunakan untuk belanja barang modal guna melanjutkan proses produksi berikutnya, belanja ini dikategorikan sebagai investasi untuk memproduksi barang dan jasa selanjutnya. Dengan demikian income (output) dari sisi produsen digunakan untuk konsumsi (C) dan sisanya diinvestasikan (I). Dari sisi alokasi income atau konsumen maka income yang didapat akan digunakan sebagian besar untuk konsumsi dan sisanya akan ditabungkan (S), hal ini karena konsumen tidak mempunyai usaha sendiri seperti halnya dengan produsen sehingga formula (1) diatas dapat ditulis sebagai berikut:

Y = C + S (2)

Bila kedua persamaan diatas digabung maka didapat

C + I = Y = C + S (3)

Persamaan sebela kiri adalah komponen aggregate demand atau output dan sebelah kanan adalah aloksi atau penggunaan income. Atau output yang diproduksi sama dengan output yang dijual dan sama dengan income yang diterima. Income yang diterima digunakan untuk konsumsi dan sisanya ditabung. Persamaan diatas akhirnya menjadi:

I = S (4)

Saving sama dengan investasi, artinya sumber dana untuk investasi berasal dari tabungan. Dari sisi aggregate, konsumen atau private sektor tidak melakukan investasi sendiri terhadap uangnya yang berlebih tetapi pada umumnya akan menyimpan uangnya di Bank sebagai tabungan (S) dan bank akan menyalurkan dana tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan berupa kredit usaha atau investasi (I). Dari sisi individual saving yang dilakukan oleh konsumen tidak berarti akan langung dialoksikan kepada kegiatan produktif (productive investment), karena keterbatasan yang dimiliki oleh konsumen sehingga mereka memerlukan jasa perbankan untuk melakukan kegiatan tersebut.

Konsep Pendapatan Nasional

Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
• Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.


Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara
• Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
• Produk Nasional Neto (NNP)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
• Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
• Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
• Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
• Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
• Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
• Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
Contoh soal :
PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
jawab :
g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
Manfaat
Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.
Faktor yang memengaruhi
• Permintaan dan penawaran agregat
Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.


Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional
Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
• Konsumsi dan tabungan
Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
• Investasi
Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

Sumber : http://wikipedia.org

Bentuk-Bentuk dan Struktur Pasar

1. Pasar Persaingan Sempurna
Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain. Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :
- Jumlah penjual dan pembeli banyak
- Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
- Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
- Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply)
- Posisi tawar konsumen kuat
- Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
- Sensitif terhadap perubahan harga
- Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar

2. Pasar Monopolistik
Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar monopolistik :
- Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
- Mirip dengan pasar persaingan sempurna
- Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
- Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
- Relatif mudah keluar masuk pasar

3. Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar oligopoli :
- Harga produk yang dijual relatif sama
- Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
- Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
- Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain

4. Pasar Monopoli
Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (pln), perusahaan kereta api (perumka), dan lain sebagainya. Sifat-sifat pasar monopoli :
- Hanya terdapat satu penjual atau produsen
- Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli
- Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang banyak
- Sangat sulit untuk masuk ke pasar karena peraturan undang-undang maupun butuh sumber daya yang sulit didapat
- Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan
- Tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses
Tambahan :
- Monopsoni adalah kebalikan dari monopoli, yaitu di mana hanya terdapat satu pembeli saja yang membeli produk yang dihasilkan.
- Monopoli adalah sesuatu yang dilarang di Republik Indonesia yang diperkuat dengan undang-undang anti monopoli.

Ongkos dan Penerimaan dalam Perekenomian

Ongkos adalah biaya yang di butuhkan dari mulai pembuatan barang/produk sampai biaya agar produk tersebut sampai ke tangan konsumen. Kurva yang menunjukkan saling berhubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Sedangkan ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi yang gunanya untuk memproduksi output atau pengeluaran.

Macam-macam ongkos diantaranya sebagai berikut :
1. Total Fixed Cost (Onkos Total Tetap) adalah jumlah ongkos yang tetap dan yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Sebagai contohnya adalah sewa, penyusutan dan sebagainya.
2. Total Variabel Cost (Ongkos Variabel Total)adalah jumlah ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkah yang dihasilkan. Sebagai contohnya adalah tenaga kerja, ongkos bahan mentah dan sebagainya.
3. Total Cost (Ongkos Total) adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos variabel.

Ongkos Produksi dapat dibedakan menjadi :
1. Ongkos Produksi Jangka Pendek.
2. Ongkos Produksi Jangka Panjang.
Penerimaan adalah segala penerimaan produsen dari hasil penjualan outputnya.

Macam-macam dari penerimaan yaitu diantaranya :
1. Total Penerimaan (Total Revenue) yaitu penerimaan dari hasil penjualan.
2. Penerimaan Rata-rata (Avarage Total Revenue) yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, dan yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.
3. Penerimaan Marginal (Marginal Revenue) yaitu suatu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unti output.
Di sarikan dari berbagai sumber

Perilaku Produsen dalam Perekonomian

Perilaku Produsen

Apa yang dimaksud dengan Pengertian Produksi?

Pengertian produksi dapat diartikan sebagai usaha untuk menciptakan atau menambah faedah ekonomi suatu benda dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sedangkan orang, badan usaha, atau organisasi yang menghasilkan barang dan jasa disebut produsen.

Contoh sederhana dari kegiatan produksi adalah produksi beton. Di mana kegiatan produksi beton dimulai dari pemesanan material, pencampuran bahan material, sampai dengan mengangkut dan memperdagangkan beton yang sudah siap dipakai.


Apa Tujuan Yang hendak dicapai dari Produksi?
Tujuan dari produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam usaha mencapai kemakmuran. Kemakmuran akan tercapai bila konsumen memiliki daya beli yang cukup tinggi dan barang/jasa yang diperlukan tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Bagaimana Proses Produksi berlangsung?
Di dalam suatu proses produksi ada hal-hal yang harus diperhatikan, diantaranya:
• komposisi input yang bagaimana yang harus digunakan? bagaimana proses produksi berlangsung agar tingkat produksi maksimal?
• komposisi input yang bagaimana yang harus digunakan? bagaimana proses produksi dilaksanakan agar biaya produksi serendah mungkin?

Input dari proses produksi mencakup Faktor-faktor Produksi, di mana pembagian dari faktor-faktor produksi dapat ditampilkan dalam bagan di bawah ini:

Dalam proses produksi, faktor produksi memiliki hubungan yang sangat erat dengan produk yang dihasilkan. Produk sebagai output (keluaran) dari proses produksi sangat bergantung pada faktor produksi sebagai input (masukan). Semakin besar jumlah faktor produksi (input) yang masuk dalam proses produksi, semakin besar pula jumlah produk (output) yang dihasilkan.

Hubungan Faktor Produksi (input) dan Produk (output)

Nilai produk yang dihasilkan dari suatu proses produksi bergantung pada nilai faktor produksi yang dikorbankan dalam proses produksinya. Keterkaitan antara nilai produk (output) dan nlai faktor produksi (input) dalam proses produksi disebut fungsi produksi. Secara sistematis, hubungan antara produksi dan produk dapat dituliskan:

Q=f(P)

Keterangan:
Q = jumlah produk yang dihasilkan
F = fungsi
P = faktor produksi yang masuk dalam proses produksi
Aliran barang dan jasa
Aliran uang

Rumah tangga dan perusahaan berinteraksi di dua jenis pasar. Di pasar barang dan jasa, rumah tangga merupakan pembeli dan perusahaan merupakan penjual. Khususnya, rumah tangga membeli barang dan jasa yang diproduksi perusahaan. Di pasar faktor produksi, rumah tangga merupakan penjual dan perusahaan merupakan pembeli. Di pasar ini, rumah tangga menyediakan masukan yang digunakan perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa. Diagram aliran sirkuler memberikan cara yang sederhana untuk mengorganisasikan semua transaksi ekonomi yang terjadi antara rumah tangga dan perusahaan dalam perekonomian.

Garis panah bagian dalam diagram aliran sirkuler (Bagan 2.2), menggambarkan aliran barang dan jasa antara rumah tangga dan perusahaan. Rumah tangga menjual kegunaan dari tenaga kerja, tanah, dan modal mereka kepada perusahaan di pasar, sebagai faktor produksi. Kemudian, perusahaan menggunakan faktor-faktor ini untuk memproduksi barang dan jasa yang hasilnya dijual di pasar kepada rumah tangga, sebagai barang dan jasa. Dengan demikian, faktor produksi mengalir dari rumah tangga ke perusahaan dan barang dan jasa mengalir dari perusahaan ke rumah tangga.

Garis panah bagian luar diagram aliran sirkuler (Bagan 2.2), menggambarkan aliran yang berhubungan dengan uang. Rumah tangga membelanjakan uang untuk membeli barang dan jasa dari perusahaan. Perusahaan menggunakan sebagian penerimaan dan penjualan ini untuk membayar faktor-faktor produksi, seperti upah untuk pekerja mereka. Sisanya adalah laba untuk pemilik perusahaan. Di lain pihak pemilik perusahaan sendiri adalah anggota rumah tangga. Dengan demikian, pengeluaran untuk barang dan jasa mengalir dari rumah tangga ke perusahaan, dan pendapatan dalam bentuk upah, sewa, dan bunga, mengalir dari perusahaan ke rumah tangga.

Diagram aliran sirkuler adalah satu model sederhana dari perekonomian. Diagram tersebut melepaskan berbagai bagian (detail) yang untuk beberapa tujuan adalah penting. Model aliran sirkuler yang lebih kompleks dan realistis akan mencakup peran pemerintah dan perdagangan internasional. Namun, bagian-bagian ini tidak begitu penting untuk pemahaman dasar bagaimana perekonomian diorganisasi karena kesederhanaannya. Diagram aliran sirkuler berguna untuk diingat ketika berpikir tentang bagaimana unsur-unsur perekonomian dibangun bersama.